Ceklist Obat dan Perlengkapan P3K yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

ceklist obat dan perlengkapan P3K wajib pendaki gunung  - foto Freepik

Mendaki gunung memang memiliki resiko yang sangat besar.  Karena aktivitas luar ruangan ini menguras hampir seluruh apa yang ada dalam tubuh kita, mulai dari tenaga hingga mental dan jiwa. Bahkan tak jarang ada beberapa pendaki yang mengalami masalah ketika dalam pendakian seperti, kram otot, terjatuh, terluka karena terkena ranting atau batuan tajam dan juga kecelakaan lainnya karena medan pendakian yang ekstrim.

Cuaca di gunung pun ikut membuat para pendaki harus merasakan menggigil dan gejala hipotermia. Tak hanya itu kadang juga merasakan perut tak bisa kompromi (diare), batuk karena cuaca dingin, kelelahan, hingga gangguan mental ringan. Oleh karena itu sebelum mendaki gunung harus mempersiapkan baik itu fisik, mental dan juga peralatan dan perlengkapan yang safety. Tak lupa juga harus membawa obat-obatan ya atau yang bisa kita sebut P3K (Pertolongan Pertama Pada Kejombloan), eh salah maksudnya Kecelakaan.

Nah kali ini Jelajah Lagi akan membahas tentang perlengkapan P3K dan obat-obatan yang wajib di bawa ketika mendaki gunung. Hal ini untuk menghindari kejadian tak diinginkan yang lebih parah lagi ketika terjadi masalah baik berupa kecelakaan maupun masalah dalam tubuh kita. Nah langsung aja kita bahas perlengkapan P3K dan obat-obatan darurat yang wajib di bawa saat mendaki gunung.

1. Peralatan P3K untuk Menangani Luka Luar

Di gunung memang sering terjadi kecelakaan karena medan yang ekstrim mulai dari terjatuh, terbentur batu, terperosok, hingga terpeleset dan terkena ranting dan batuan yang tajam. Hal tersebut kadang membuat luka di beberapa bagian tubuh kita mulai dari luka memar, tersayat, tertusuk, dan luka luar lainnya yang diakhiri dengan teriak, "Ku menangis..... membayangkan....".


Peralatan P3K untuk luka luar - foto Freepik
Peralatan P3K untuk luka luar - foto Freepik

Oleh karena itu ketika mendaki gunung kita harus membawa peralatan yang digunakan untuk menangani luka luar ini agar tak terjadi infeksi dan pendarahan. Peralatan ini biasanya ada satu paket di dalam kotak P3K yang terdiri dari Plester, Kain Kasa, Kain Pembalut Segitiga (Mitella), Kapas, Gunting, Obat Merah, dan Cairan Antiseptik atau Alkohol.

Biasanya saat terjadi luka luar maka kita harus menggunakan alkohol untuk membersihkan luka dan mematikan kuman agar tidak terjadi infeksi. Lalu setelah bersih maka tuangkan obat merah dan tutup dengan kapas lalu balut dengan kain kasa, dan terakhir gunakan plester untuk menjaga agar balutan kain kasa tidak kendor dan lepas.

Itu untuk luka sedang tapi jika mengalami luka yang cukup besar atau berat maka bisa dibalut lagi dengan kain Mitella (pembalut segitiga) yang memang memiliki fungsi untuk membalut luka dan menghindari cidera yang lebih parah.

Kalau untuk luka ringan seperti tergores yang darahnya hanya sedikit maka tinggal dibersihkan dengan alkohol lalu kasih obat merah dan tempel plester beres deh. Oya kalau ada plesternya yang ada gambar-gambar lucunya tuh seperti gambar dino, gambar lope, dan gambar lainnya biar bisa dipamerin di sosmed pas udah dapet sinyal dengan caption, "Nih gaes bukti gue naik gunung dengan berdarah-darah", eh.

2. Obat-Obatan Wajib

Selain peralatan diatas maka kita juga harus membawa obat-obatan P3K nya ya yang biasanya digunakan saat darurat. Dan biasanya digunakan untuk mengatasi problem pada tubuh kita seperti kedinginan (menggigil), perut yang error, mata yang problem dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan luka dalam tapi kalau luka hati karena ditinggal si dia mah beda lagi ya, eh.


Obat-obatan wajib pendaki gunung - foto Freepik
Obat-obatan wajib pendaki gunung - foto Freepik

Nah berikut ini beberapa obat P3K yang harus dan wajib dibawa ketika mendaki gunung yaitu,

Obat Batuk

Obat batuk ini wajib sekali di bawa karena semakin tinggi suatu tempat maka akan semakin dingin kondisi cuacanya, dimana kondisi dingin ini bagi sebagian orang akan membuat tenggorokan terasa gatal dan ujung-ujungnya batuk-batuk. Kebanyakan sih yang mengalami batuk-batuk di gunung ini karena aklimatisasi kita belum sempurna. Karena ada perbedaan cuaca yang ekstrim ketik di gunung dimana kita terbiasa dengan udara panas di kota tiba-tiba ke gunung jadi dinginnya puoool.

Jadi ketika batuk menyerang maka bisa langsung minum obat batuk dan juga air hangat ya. Makanya wajib banget nih bawa obat batuk di kotak P3K ketika mendaki gunung. Apalagi kalau kamu punya riwayat penyakit batuk. Untuk merk obat batuknya bisa disesuaikan dengan kecocokan masing-masing ya atau yang umum aja.

Obat Diare dan Oralit

Tak bisa dipungkiri resiko terkena diare di gunung memang begitu terbuka apalagi kalau kita salah makan (kalap makan sambel enak yang dibawa teman kebanyakan) maka bisa jadi ujung-ujungnya perut bakalan berontak dan juga akhirnya bolak-baik tenda semak-semak terus menerus kaya setrikaan.

Makanya kita harus membawa obat diare dan oralit yang dibeli di apotek atau toko obat untuk mengantisipasi hal tersebut. Karena percaya deh yang diare atau sakit perut ini bakalan bahaya kalau di gunung karena pasti bakalan jadi lemas dan juga bisa merusak suasana pendakian. Fyi, oralit sendiri bukan obat untuk menyembuhkan diare ya tapi untuk kembali meningkatkan elektrolit dalam tubuh yang hilang akibat diare.

Oya, sekedar tips tambahan jika kamu lupa bawa obat diare atau oralit pas di gunung dan kebetulan ditimpa musibah terkena diare. Jangan khawatir kamu bisa membuat cairan oralit sendiri loh. Caranya yakni buat air teh panas kemudian masukan satu sendok makan garam dan gula lalu aduk rata. Setelah menjadi hangat bisa diminum perlahan ya lalu jangan lupa istirahat di tenda.

Obat Sakit Kepala

Sakit kepala memang sangat menyiksa apalagi kalau terjadi pas di gunung dan lupa bawa obat sakit kepala, pasti bakalan tersiksa banget. Oleh karena itu kita harus siap sedia dan selalu membawa obat sakit kepala ketika ke gunung untuk mengantisipasi penyakit nyut-nyut di kepala ini.

Ingat ya obat sakit kepala ini hanya cocok untuk sakit kepala karena migrain atau gangguan di kepala yang mengakibatkan kepala terasa sakit nyut-nyut. Tapi kalau sakit kepala karena ditinggal si dia mah gak bakalan cocok ini obatnya.

Obat Masuk Angin

Di gunung apalagi pas malam hari cuacanya kan menjadi semakin dingin tapi itu tak sedingin sikap dia ya, eh. Tapi walaupun begitu bagi yang biasa dengan cuaca panas di kota bakalan terasa banget dinginnya. Lalu ujung-ujungnya si angin dingin malah masuk ke dalam tubuh dengan seenaknya dan jadilah kamu terkena masuk angin.

Oleh karena itu harus selalu bawa obat masuk angin ya ketika mendaki gunung. Dan jangan lupa sebelum tidur dan sebelum summit Attack kalau bisa minum obat masuk angin dulu ya biar jadi orang pinter, eh. Maksudnya anginnya bisa keluar dari dalam tubuh kita.

Selain itu obat masuk angin juga bisa meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih hangat dan juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh jika di minum 2 kali sehari. 

Obat Flu

Selain batuk dan masuk angin, cuaca dingin di gunung juga mampu membuat kamu terserang flu loh. Apalagi setelah seharian lelah berjalan membawa beban berat di pundak, pas malamnya diserang udara dingin pas di camp. Bisa jadi kamu bakalan terkena gejala flu atau bahkan sampai flu.

Dan cara mengatasinya tentu dengan mengisi perut dengan makanan lalu minum obat flu dan terakhir istirahat dengan memakai sleeping bag yang hangat. Jangan lupa juga minum minuman yang hangat-hangat ya biar flu nya cepet sembuh.

Obat Tetes Mata

Obat tetes mata ini diperlukan ketika kamu summit attack menuju puncak gunung atau ketika berada di jalur pendakian berpasir. Karena biasanya saat summit attack dan di jalur berpasir angin yang bertiup akan membawa butiran halus pasir dan ujung-ujungnya membuat mata kita kelilipan bahkan menjadi iritasi.

Nah saat itulah saatnya obat tetes mata beraksi untuk kembali membuat mata kamu cling dan gak merah serta perih lagi. Nah gimana kalau gak bawa obat tetes mata? Ya kamu bisa membasuh muka dan mata menggunakan air tapi kan air di gunung itu sangat berharga apalagi pas summit attack yang kebanyakan kasus para pendaki kehabisan air minum. Masa iya mau buat basuh muka? Mending bawa aja obat tetes mata ya kan lebih aman juga buat mata.

Krim Nyeri Otot atau Minyak Tawon

Karena mendaki gunung ini erat kaitannya dengan berjalan kaki berjam-jam dengan trek yang bervariasi sembari membawa beban di pundak. Maka kadang otot kaki dan otot pundak tak mampu menahan beban dan kelelahan yang berakibat terjadinya kram dan keseleo.

Dan untuk mengatasi dan meminimalisir kejadian tersebut selain dengan berjalan santai yakni dengan menggunakan krim nyeri otot atau minyak tawon. Selain digunakan saat otot kram ternyata krim nyeri otot juga bisa digunakan atau dioleskan ketika hendak tidur biar otot kembali rileks dan gak tegang lagi kaya kamu pas pertama kali ketemu dia, eh.

Meskipun memiliki fungsi yang sama ternyata minyak tawon juga memiliki kelebihan lainnya loh dibanding krim nyeri otot. Dimana ketika krim nyeri otot sudah gak panas lagi alias menjadi dingin maka bagian kulit yang diolesi sebelumnya juga akan menjadi lebih dingin. Sementara itu kalau minyak tawon panasnya lebih stabil dan tahan lama serta gak membuat kuis menjadi dingin ketika sudah gak panas lagi.

Oya, sekedar tips aja nih yang mimin dapet dari orang basecamp Gunung Gede Pangrango tentang minyak tawon. Sebelum memulai pendakian kamu bisa mengoleskan minyak tawon secukupnya ke kedua kaki sampai betis agar otot tidak tegang dan membuat hangat. Hal yang sama juga dilakukan saat hendak tidur di camp dan saat baru sampai basecamp setelah turun gunung. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan rasa pegal pasca mendaki gunung yang biasanya menjadi derita para pendaki. Pas di tempat kerja jalannya jadi lambat karena kaki pegal semua. Jadi bisa diterapin nih tips nya biar gak pegal-pegal sehabis naik turun gunung.

Minyak Kayu Putih atau FreshCare

Sama seperti krim nyeri otot dan minyak tawon, namun minyak kayu putih dan fresh care ini digunakan di bagian kepala atau badan. Karena kondisi udara di gunung cenderung lebih dingin dan tekanan udaranya rendah kadang membuat badan gak enak karena dingin bercampur dengan keringat. Ditambah lagi kepala mulai kliengan karena kelelahan dan juga pasokan oksigen yang menipis.

Maka kita bisa mengoleskan minyak kayu putih atau freshcare ke kepala atau ke badan kita untuk membuat lebih hangat dan menenangkan dengan aromaterapinya. Selain itu minyak kayu putih juga bisa digunakan untuk meredakan pilek, batuk, dan masalah pernafasan serta mampu mengurangi masalah persendian dan juga melindungi dari serangga hutan. 

Vitamin

Nah kalau yang satu ini tuh tergantung dari masing-masing pendaki gunung ya. Karena kadang ada yang bawa dan gak dibawa pun gak apa-apa. Tapi kita saranin sih bawa aja kan berat bebannya enteng gak seberat beban keluarga, eh.

Disaranin sih yang di bawa ketika mendaki gunung adalah vitamin C dan vitamin B komplek karena aktivitas mendaki gunung tubuh kita akan kehilangan banyak cairan dan juga sangat membutuhkan vitamin B komplek dan juga vitamin C untuk memulihkan sel-sel tubuh yang rusak akibat aktivitas berat mendaki gunung.

Untuk minum vitaminnya lebih baik pas mau tidur dan pas akan mulai summit attack agar lebih maksimal penyerapan manfaatnya. 

3. Obat Pribadi

Selain obat-obatan diatas dan juga perlengkapan P3K maka kamu juga wajib banget membawa obat-obatan pribadi ya. Apalagi kalau kamu memiliki riwayat penyakit tertentu yang bisa saja kambuh saat dalam pendakian gunung.


obat-obatan pribadi - Foto by thiagorsphoto via Freepik
Obat-Obatan Pribadi - Foto by thiagorsphoto via Freepik

Misalnya kamu memiliki riwayat pernah terjangkit penyakit asma, maka sebisa mungkin sebelum mendaki gunung kamu harus konsultasi dengan dokter untuk periksa dan mempersiapkan hal-hal dan obat apa saja yang mesti di bawa ketika mendaki gunung. Biasanya untuk penderita asma maka wajib membawa obat asma, alat bantu pernafasan, dan lebih aman sekalian bawa oksigen portabel yang kecil untuk jaga-jaga ketika summit attack.

Lalu untuk yang memiliki riwayat penyakit jantung maka sebisamungkin bawa obat-obatan pribadi untuk meminimalisir penyakit jantung tersebut kambuh selama pendakian. Karena memang pendakian gunung akan membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya karena kita dipaksa untuk terus bergerak yang membuat detak jantung juga meningkat.

Untuk penyakit lainnya juga jangan lupa membawa obatnya sendiri ya karena memang di gunung itu gak ada apotek maupun klinik. Yang ada hanya trek yang menantang, puncak, pepohonan, langit cerah berbintang, para penghuni hutan, kebersamaan dan kehangatan sesama pendaki dan juga jodoh jika beruntung, eh.

Jadi harus tahu dulu dan tahu diri ya apakah kita memiliki riwayat sakit atau penyakit dan juga harus bawa obatnya untuk antisipasi jikalau apabila dalam keadaan pendakian kita mengalami kambuh untuk penyakit yang kita derita tersebut.

Tapi untuk yang punya penyakit hati karena ditinggal dia nikah gak usah bawa obat apa-apa deh apalagi sampe bawa foto berdua sama si dia di masa lalu dan juga barang-barang bersejarah pemberian si dia selama. Mendingan itu di tinggal aja deh di sumbangin ke panti asuhan atau di kasih sama kang satpam komplek ya bisa tuh. 

Biar kamu tenang mendaki gunungnya dan dapet obat patah hati kamu di gunung. Karena gunung akan memeluk kamu seperti seorang ibu dengan kehangatannya dan membantu kamu melupakan si dia yang sudah meninggalkan. Lalu pendakian gunung juga akan mengajarkan kamu untuk lebih tegar dari biasanya, lebih kuat dari biasanya dan lebih tenang dari air yang menggenang. 

Bukan kah kamu mendaki gunung untuk healing dan menyembuhkan luka batin yang begitu dalam dan suram di hidupmu. Maka melangkahlah, mendaki dan tinggalkan lah dia yang sudah meninggalkan kamu yang begitu mengharapkannya untuk tetap tinggal tapi malah meninggalkan. Jadi anggaplah ia telah meninggal dan saat nya kamu meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan dengan berjuang. Sebagaimana kamu berjuang untuk menggapai titik tertinggi di puncak gunung yang kamu daki.

4. Blanket Emergency

Untuk peralatan tambahan ini erat kaitannya dengan perlengkapan untuk survivor jika memang terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Misalnya terpisah dari rombongan, tersesat, terjatuh ke jurang, terjebak badai dan hampir hypothermia dan hal hal lainnya. Maka sebisamungkin kita harus membawa beberapa perlengkapan tambahan yakni.


Emergency Blanket - foto U-Buy
Emergency Blanket - foto U-Buy

Emergenci Blangket yang digunakan untuk keadaan darurat seperti kedinginan atau terserang gejala hypo. Nah emergency blangket ini memang fungsinya digunakan untuk membungkus diri kita ketika dalam keadaan darurat agar tak terjadi hal-hal yang lebih berbahaya seperti terkena hypotermia.

Emergency blanket sendiri terdiri dari dua jenis yakni emergency blanket silver dan emergency blanket gold. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dimana yang silver berguna untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat dan digunakan ketika terjadi kedinginan atau gejala hypo.

Sementara untuk yang gold digunakan untuk memantulkan panas dari luar seperti matahari dan mempertahankan badan lebih dingin. Hal ini lebih cocok digunakan ketika panas matahari ekstrim terutama ketika di puncak gunung. Karena emergency blanket gold ini memiliki warna emas di lapisannya dan mampu memantulkan panas matahari dan membuat penggunannya lebih dingin dan gak kepanasan.

Dan mungkin jarang yang memakai emergency blanket gold di Indonesia ini karena memang panas di puncak gunungnya masih bisa ditahan oleh tubuh meskipun harus bawa oleh-oleh muka gosong dan kulit pecah-pecah mengelupas setelah pulang. Sementara untuk emergency blanket silver lebih sering digunakan karena banyaknya kasus hypothermia yang terjadi kepada para pendaki gunung. Bahkan tim SAR pun kadang menggunakan emergency blanket silver ini ketika mengevakuasi pendaki yang hypothermia di gunung.

Itulah beberapa peralatan P3K, obat dan perlengkapan tambahan P3K yang harus di bawa ketika mau mendaki gunung. Tentunya untuk meminimalisir resiko yang terjadi dan membuat pendakian kita lebih aman dan menyenangkan. Jadi sebelum mendaki pastikan cek dulu isi kotak P3K kalian ya dan jangan sampai ada yang terlewat ceklis daftar diatas.

Tetap Semangat dan Stay Safe
Salam Lestari

Redaksi Jelajah Lagi

Kami mengulas berbagai hal menarik tentang petualangan, pendakian gunung dan traveling serta perlengkapan outdoor untuk menunjang aktifitas alam bebas.

6 Komentar

  1. Rivanol itu sebaiknya tidak digunakan lagi untuk merawat luka. Karena malah membuat jadi korosi pada sel-sel kulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah baru tahu kita kak
      Soalnya biasanya beli paket P3K standar selalu ada rivanolnya
      Jadi mendingan pakai alkohol ya kak?
      Makasih kak untuk masukannya dan ilmu barunya kak
      kita update untuk artikelnya

      Hapus
  2. makasih infonya, jangan sampai lupa ya, karena kalau ada apa2 sudah aman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kak semoga bisa membantu artikelnya
      Bener banget kak lebih baik bawa aja dulu buat antisipasi jadi walaupaun kejadian ataupun gak kejadian luka tetep bisa aman dan sudah ready obatnya

      Hapus
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال