Kabar Duka! Pendaki Gunung Slamet Asal Tegal Ditemukan Meninggal Dunia di Jalur Pendakian - JELAJAH LAGI - Gunung dan Traveling Indonesia



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Yes

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

READ ON YOUR LANGUAGE

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
pendaki gunung slamet meninggal foto sar.purbalingga

Gunung Slamet (28/12/2020) - Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendakian Indonesia. Seorang pendaki Gunung Slamet asal Tegal ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian atas Pos 6 Gunung Slamet via Bambangan pada Selasa, 8 Desember 2020. Korban terpisah dari rombongannya dan meninggal karena mengalami hipotermia atau kedinginan.

Korban bernama Syafanu Multaza asal Tegal yang berusia 19 tahun ini merupakan mahasiswa UIN Semarang. Saat ditemukan oleh tim SAR terlentang di tanah di jalur pendakian di atas pos 6 dan hanya mengenakan celana pendek, jaket dan tanpa alas kaki. Korban sendiri tak mengenakan perlengkapan layaknya seorang pendaki.

Seperti dilaporkan di instagram sar.purbalinga, korban memulai pendakian bersama 6 temannya pada 5 Desember 2020 melalui jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Dan mereka merencanakan turun kembali pada tanggal 6 Desember 2020 sore.

Korban bersama rombongannya melakukan summit attack pada tanggal 6 Desember 2020. Namun saat di pos 7 korban beristirahat karena kelelahan dan mempersilahkan teman-temannya berjalan duluan dan ia akan menyusul mereka.

Korban mulai melanjutkan pendakian ke puncak bersama rombongan pendaki dari Jakarta dan bertemu dengan ke enam temannya di pos 9 dimana mereka sudah turun dari puncak. Teman korban pun turun duluan sementara korban melanjutkan ke puncak bersama rombongan pendaki dari Jakarta.

Korban pun ditunggu teman-temannya di pos 3 dan sekitar 3 jam menunggu korban, akhirnya keenam teman korban memutuskan untuk turun duluan dan menunggu di basecamp Bambangan.

Hingga maghrib korban tak kunjung turun sehingga ketua rombongan tersebut pun melaporkan kepada pihak basecamp Bambangan bahwa ada satu orang rekannya yang belum turun. Sebelum melapor  teman rombongan korban sempat mempertanyakan keberadaan korban kepada rombongan pendaki dari Jakarta yang terakhir bersama korban menuju puncak Slamet. Namun rombongan dari Jakarta tersebut tak bersama korban.

Setelah korban tak kunjung turun akhirnya Tim SAR gabungan pun melakukan pencarian pada Senin, 7 Desember 2020 pukul 17.00. Dan pada pukul 23.55 WIB korban ditemukan terlentang di tanah di jalur pendakian atas pos 6 dengan kondisi sudah tak bernyawa.

Tim SAR gabungan pun langsung melakukan evakuasi korban dan sampai di Basecamp Bambangan pada jam 9.25 WIB (8/12/2020). Jenazah korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Karangreja untuk dilakukan visum oleh tim INAFIS Polres Purbalingga untuk mengetahui penyebab kematian korban. Dari hasil visum tim INAFIS Polres Purbalingga diketahui korban meninggal akibat hipotermia atau kedinginan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Leave A Reply