Karena Tinggalkan Rekan Yang Sakit, 7 Pendaki Gunung Slamet Di Sanksi - JELAJAH LAGI - Gunung dan Traveling Indonesia



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Yes

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

READ ON YOUR LANGUAGE

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Gunung Slamet - Tujuh orang pendaki Gunung Slamet via Bambangan akhirnya diberi sanksi sosial setelah tetap melanjutkan pendakian saat salah satu rekan pendakiannya mengalami gejala AMS (Acute Mountain Sickness) saat di evakuasi tim SAR.

Evakuasi pendaki gunung Slamet - foto @lametviabambangan
Evakuasi pendaki gunung Slamet - foto @lametviabambangan

Basecamp pendakian Gunung Slamet via Bambangan sendiri mendapat info mengenai pendaki atas nama Elsa Qurotul Aini asal Banyumas yang mengalami gejala AMS di pos 2 sekitar jam 17.30 WIB. Usai mendapat kabar tersbut pihak basecamp Bambangan langsung menerjunkan tim evakuasi yang berangkat menuju pos 2 sekitar jam 19.00 WIB.

"Tim SAR berangkat menuju pos dua pukul 19.00 WIB dan berhasil mengevakuasi survivor menggunakan tandu. Tim sampai di basecamp sekitar pukul 23.30 WIB," terang Kepala Pos Penakian Gunung Slamet via Bambangan, Syaiful Amri.

Namun sayangnya 7 orang rombongan korban yang semuanya laki-laki malah melanjutkan pendakian dan tak ada yang ikut turun ke basecamp mendampingi korban dan tim SAR. 

"Begitu ketemu tim SAR, rombongan korban malah justru melanjutkan pendakian sampai puncak, tidak ada satu pun yang mendampingi tim SAR ke basecamp," ujarnya.

Syiful Amri, Kepala Pos Pendakian Gunung Slamet via Bambangan menyayangkan kejadian tersebut, padahal sudah jelas tertulis di tata tertib dilarang meninggalkan rekan pendakian dalam keadaan apapun. Karena hal tersebut akhirnya pihak basecamp pendakian Gunung Slamet via Bambangan mengambil sikap tegas dengan menerapkan sanksi sosial kepada 7 rekan korban.

Sesampai di basecamp Bambangan, ketujuh pendaki tersebut akhirnya disidang oleh petugas dan mereka dibina secara verbal di depan banyak pendaki lain agar tak mengulanginya lagi.

"Iya itu hal yang tidak terpuji, kami berikan sanksi sosial. Kami bina di basecamp di depan banyak pendaki sebagai contoh sehingga ada efek jera."

"Kebersamaan lebih utama dibanding ego semata, puncak tak akan lari dikejar, seharusnya utamakan keselamatan bersama," tegasnya. 

Sebelumnya korban Elsa Qurotul Aini asal Banyumas bersama ketujuh teman laki-lakinya mendaki Gunung Slamet lewat jalur pendakian Bambanga pada 31 Oktober 2020. Namun karena kondisi cuaca saat itu hujan sepanjang pendakian membuat korban mengalami gejala AMS (Acute Mountain Sickness) di sekitar pos 2.

Rekan korban berhasil menghubungi pihak Basecamp Bambangan lewat nomor emergency untuk melaporkan kejadian tersebut. Beruntung ada salah satu anggota tim SAR Bambangan yang sedang bertugas menjadi pemandu trip pendakian berada tak jauh dari lokasi kejadian dan berhasil mengkondisikan korban sampai tim evakuasi datang.

Setelah berhasil dievakuasi menuju Basecamp Bambangan dan mendapatkan pertolongan serta perawatan, keadaan korban cenderung membaik.
Leave A Reply