-->

Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

No

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Puncak Gunung Slamet foto oleh vianvz via Instagram

Sempat ditutup sejak awal Agustus 2019 lalu karena meningkatnya aktivitas vulkanik. Kini Gunung Slamet diturunkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Normal (Level I). Penurunan status ini dilakukan karena aktivitas vulkanik yang mulai menurun.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan keputusan penurunan level status Gunung Slamet menjadi Normal (level 1) pada hari Jum'at 9 Oktober 2020.

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh Muhammad Rusdi selaku Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet yang berada di desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang.

"Sesuai surat dari PVMBG, penurunan status ditetapkan pada hari ini (Jumat) pukul 12.00 WIB," kata Rusdi, seperti dikutip dari Gatra.com pada Jumat (9/10).

"Salah satunya aktivitas seismik dalam dua minggu terakhir menurun signifikan, ditandai dengan penurunan jumlah gempa hembusan dan tremor," jelasnya kenapa status Gunung Slamet diturunkan.

surat penurunan status gunung slamet via mountnesia
Surat penurunan status Gunung Slamet via instagram mountnesia

Meskipun status Gunung Slamet sudah diturunkan, namun potensi bahaya masih mungkin terjadi. Mulai dari erupsi freatik tanpa adanya gejala vulkanik yang jelas disertai lontaran material pijar yang sangat berbahaya terutama di daerah sekitar puncak.

Selain itu cuaca dengan curah hujan tinggi juga bisa mempengaruhi terjadinya aliran lahar dari material erupsi yang terbawa air hujan ke lembah dan sungai. Oleh karena itu pihak PVMBG juga menegaskan agar tak ada aktivitas masyarakat dalam radius sejauh satu km dari puncak Gunung Slamet.

Surat penurunan status Gunung Slamet via instagram mountnesia
Surat penurunan status Gunung Slamet via instagram mountnesia

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mensosialisasikan larangan beraktivitas dalam radius satu kilometer tersebut, di antaranya dengan Perhutani yang berkaitan dengan aktivitas pendakian," ucap Rusdi.

Seperti diketahui sebelumnya, Gunung Slamet ditutup dan berstatus waspada sejak 9 Agustus 2019 lalu karena adanya peningkatan signifikan dari aktivitas deformasi dan kegempaan. Menyusul status tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak gunung dan semua jalur pendakian ditutup.

Namun dengan penurunan status menjadi normal ini bukan tak mungkin dalam beberpa bulan kedepan jalur pendakian Gunung Slamet akan segera dibuka.

Jadi kita tunggu saja dan siap-siap jika jalur pendakian Gunung yang terletak di lima kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Purbalingga dan Purwokerto ini dibuka untuk umum. Untuk mengobati rindu dengan trek summit attack berpasir ala semeru dan juga lautan awan nya yang membentang serta sinyal 4G yang bisa dinikmati di puncak.

Lalu kamu mau ajak siapa nih jika nanti jalur pendakian Gunung Slamet dibuka?

Salam lestari!
Semoga cepat sembuh Gunung Slamet

Sumber: Gatra.com
https://www.gatra.com/detail/news/492476/kebencanaan/gunung-slamet-diturunkan-jadi-status-normal

Leave A Reply
  1. Terima kasih infonya semoga gunung slamet segera bisa dibuka jalur pendakiaanya Aamiin (paling kenceng)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Update Jalur Pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang, Purbalingga sudah di buka kak
      Selengkapnya bisa dilihat disini https://www.jelajahlagi.id/2020/10/jaur-pendakian-gunung-slamet-dibuka-via-gunung-malang.html

      Hapus

Jelajah Lagi

[name=Jelajah Lagi] [img=https://2.bp.blogspot.com/-yy7enBa5kPk/YB9HjBmoPxI/AAAAAAAAAzQ/_igUl5NXKxs5FrIDlvdtAe_6fvo072mGACK4BGAYYCw/s997/logo%2BJelajah%2Blagi%2Bprofil.png] [description=Kami mengulas berbagai hal menarik tentang petualangan, pendakian gunung dan traveling serta perlengkapan outdoor untuk menunjang aktifitas alam bebas] (facebook=https://www.facebook.com/jelajahlagiid) (instagram=https://www.instagram.com/jelajahlagi) (youtube=https://youtube.com/playlist?list=PLZkK5GMEBP5RLpovlxFZeN4Nz_l8x_2D5)