Setelah Erupsi Pada 17 Oktober 2020, Pendakian Gunung Kerinci diTUTUP - JELAJAH LAGI - Gunung dan Traveling Indonesia



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Yes

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

READ ON YOUR LANGUAGE

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Gunung Kerinci Ditutup - Foto Instagram @andrerudolph_
Gunung Kerinci - Setelah mengalami erupsi pada Sabtu pagi tanggal 17 Oktober 2020 lalu, kini status gunung tertinggi di Pulau Sumatra tersebut dinaikan menjadi Waspada (Level III) dan seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci resmi ditutup untuk umum sampai waktu yang belum ditentukan.

Kabar ditutupnya jalur pendakian ini diunggah oleh akun instagram @mountainkerinci pada Senin, 19 Oktober 2020. Dalam caption postingan tersebut ditujukan kepada para petugas pos jaga pendakian Gunung Kerinci baik via Kersik Tua dan juga via Solok Selatan.

gunung kerinci ditutup usai erupsi pada 17 oktober 2020
Sumber Instagram @mountainkerinci
Bahwa pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara sampai tanggal yang belum ditentukan. Hal tersebut berdasarkan hasil laporan dan evaluasi dari pos PVMBG Gunung Kerinci yang menyatakan bahwa gunung setinggi 3805 mdpl mengalami erupsi pada tanggal 17 Oktober 2020, maka sampai saat ini status Gunung Kerinci dalam kategoti rawan (Bahaya) untuk warga dan pendaki.

Dan dari hasil laporan dan evaluasi tersebut maka dirjen BKSDAE dan pihak Taman Nasional Krinci Sebalt (TNKS) menyatakan penutupan sementara pendakian Gunung Kerinci sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh petugas dari Pos Pantau R 10 Pendakian Gunung Kerinci seperti dikutip dari kumparan.

"Untuk mulai hari ini status Gunung Kerinci Waspada level III. Mulai tanggal ini Gunung Kerinci ditutup kembali sampai tanggal yang belum ditentukan," kata Dudung, petugas pos pantau R10 yang dihubungi pada Senin (19/10). 

Erupsi Gunung Kerinci pada tanggal 17 Oktober lalu memang terdengar suara gemuruh hingga pos pantau R10. Erupsi tersebut pun lebih besar dari erupsi-erupsi kecil yang serng terjadi. "Ini melebihi dari kebiasaan. Biasanya cuma erupsi kecil, ini melampaui," tambahnya. 

Dan pada saat bersamaan pun ada 5 pendaki yang menjadi saksi mata erupsi pada tanggal 17 Oktober 2020 lalu. Mereka adalah 4 pendaki dari Bandung dan Jakarta serta 1 orang guide yang hendak summit attack pada Sabtu pagi.

Namun sekitar jam 5.29 pagi terjadi getaran yang sangat keras dan disertai dengan suara gemuruh serta asap pekat hitam dari puncak Gunung Kerinci. Melihat hal tersebut mereka pun mengurungkan niatnya untuk summit attack dan langsung turun kembali. Berikut ini video dari pemilik akun instagram @olankurniawan6 yang berada di Shelter 3 ketika Gunung Kerinci erupsi.


Salam lestari!
Semoga gunung kerinci segera membaik dan kembali pulih.
Leave A Reply