Apa Itu Ultralight Hiking? - JELAJAH LAGI - Gunung dan Traveling Indonesia



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Yes

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

READ ON YOUR LANGUAGE

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Ultraight hiking light and fast - foto instagram bsmxx__

Dalam dunia pendakian gunung kini dikenal dengan dua kelompok yakni pendaki konvensional yang setia dengan keril besar diatas 50L dan juga pendaki UL (Ultralight) yang selalu membawa tas dan perlengkapan pendakian yang serba ringan dan ringkas.


Bicara tentang pendaki ultralight, kita harus memahami terlebih dahulu tentang beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam menjadi pendaki ultralight. Karena pendakian ultralight tak hanya melulu soal gear pendakian yang ringan dan ringkas serta multifungsi loh. Memang ada benarnya, tapi ternyata pendakian ultralight atau ultralight hiking ini memiliki konsep dan prinsip yang lebih luas lagi da tak hanya soal perlengkapan atau gear saja loh.


Nah untuk itu kita akan membahas tentang konsep dan prinsip pendakian ultralight atau ultralight hiking ini. Biar gak salah paham lagi bahwa pendakian ultralight itu harus punya gear ultralight yang ringan dan enak dipakai serta multifungsi yang harganya selangit.


Sejarah dan Konsep Ultralight Hiking / Pendakian Ultralight

Sebelum membahas tentang prinsip dan konsep ultralight hiking ini mari kita telisik dulu ke masa lalu dimana tren dari konsep ultralight hiking ini mulai diterapkan di dunia pendakian. Semuanya berawal dari beberapa pendaki gunung dunia yang mulai mempopulerkan konsep pendakian yang mereka sebut dengan pendakian "light and fast" atau ringan dan cepat pada kisaran tahun 1880-1990 an.


Apa itu ultralight hiking - Foto instagram ibam_muh
Ultralight hiking pendaki gunung - Foto instagram ibam_muh


Konsep pendakian ini dilakukan oleh beberapa pendaki dunia yani Voytek Kurtyka dan Jerzy Kukuczka yang merupakan pendaki asal Polandia. Serta Alex Mac Intyre dan John Porter pendaki asal negara Inggris.

Sesuai namanya light and fast mereka menerapkan pendakian gunung dengan membawa sedikit perlengkapan pendakian dan jumlah anggota team pendakian yang sedikit. Konsep ini memang memiliki esensi utama yakni efektivitas dan bukan bertumpu para peralatan atau pun jumlah anggota team pendakian.


Dari konsep pendakian light and fast ini lalu berkembang dan kemudian dikenal dengan istilah pendakian Alpine Style. Semakin modern akhirnya berbagai inovasi dari konsep Light and fast tersebut berbuah pada produksi perlengkapan ultralight hiking yang ada dan populer saat ini.


Ray Jardine bapak ultralight hiking dunia - foto pinterest
Ray Jardine bapak ultralight hiking dunia - foto pinterest

Puncaknya pada tahun 1999, Ray Jardine seorang petualang sekaligus pemanjat tebing menuliskan sebuah buku berjudul Beyond Backpacking yang berisi tentang perjalanannya backpaking di PTC (Pacific Crest Trail) yang merupakan rute hiking dengan waktu tempuh berbulan-bulan. Dalam buku tersebut Jardine menyebutkan bahwa ia hanya membutuhkan perlengkapan seberat 4,5 kg untuk melewati rute hiking Pacific Crest Trail.

Karena buku tersebut akhirnya Ray Jardine dinobatkan sebagai bapak pendakian ultralight hiking dunia. Karena kisah perjalanannya tersebut menginspirasi banyak vendor perlengkapan petualangan untuk melakukan inovasi dan mengeluarkan produk untuk mendukung ultralight backpaking/ultralight hiking.


Nah sampai sini kita sudah tahu bagaimana sejarah ultralight hiking itu terjadi dan bagaimana konsep awalnya adalah light and fast. Sehingga pada dasarnya ultralight hiking ini memiliki konsep yang menekankan bahwa berat adalah segalanya. 


10 Prinsip Atau Langkah dalam Menerapkan Ultralight Hiking and Backpacking

Karena konsep ultralight hiking atau backpacking adalah menekankan pada berat baik berat. Maka beberapa prinsip utama ultralight hiking akhirnya muncul terkait dengan barang bawaan. Dan prinsip-prinsip ini sangat penting dan menjadi faktor utama dalam menerapkan konsep pendakian ultralight atau ultralight hiking ini. Dan berikut ini 10 prinsip dasar yang harus diterapkan oleh para pendaki ultralight.


Pendaki ultrlight dan perlengkapannya - foto instagram radheett
Pendaki ultrlight dan perlengkapannya - foto instagram radheett


1. Timbang Semua Perlengkapan Pendakian

Karena ultralight hiking menekankan pada berat, maka langkah pertama yang harus diterapkan adalah menimbang semua perlengkapan yang akan digunakan untuk pendakian. Selain menimbang perlengkapan pendakian, kita juga harus mencatat berat masing-masing perlengkapan pendakian kita tanpa terkecuali.


Hal ini sangat penting sekali karena tujuan dari prinsip pertama ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui perlengkapan mana saja yang bisa dikurangi paling banyak berdasarkan bobot beratnya.


2. Kurangi Bobot Masing-Masing Perlengkapan

Setelah melakukan penimbangan perlengkapan maka langkah selanjutnya adalah mengurangi bobot berat masing-masing perlengkapan yang akan kita bawa. Mengurangi disini bukan tentang mengurangi jumlahnya saja ya tapi dapat berarti juga mengganti perlengkapan atau gear pendakian yang berat dengan gear pendakian yang lebih ringan tapi memiliki fungsi yang sama.


Kita juga dapat mengganti gear yang memiliki tingkat complete feature (makan banyak tempat) dengan gear yang lebih minimalis. Pada prinsip ini sangat ditekankan untuk tetap memperhatikan safety untuk pendakian sehingga beberapa gear pendakian yang penting seperti kotak P3K dan perlengkapan survival tak boleh ditinggalkan walaupun bobotnya lumayan berat.


3. Atur Secara Mendetail Kebutuhan Logistik atau Ransum

Untuk yang satu ini kita harus bisa mempertimbangkan secara cermat dan mendetail tentang bawang bawaan yang sekali pakai selama pendakian. Barang sekali pakai tersebut meliputi logistik makanan, bahan bakar untuk memasak, perlengkapan mandi dan lain sebagainya.


Dalam prinsip ultralight hiking yang satu ini kita harus benar-benar memperhitungkan dengan cermat kebutuhan setiap harinya. Sehingga harus dicatat secara mendetail apa yang dibutuhkan setiap harinya baik itu makanan, bahan bakar hingga perlengkapan sekali pakai yang akan dipakai selama hari itu. Tentu hal ini sangat berguna dan ditekankan jika akan melakukan perjalanan panjang mulai beberapa hari hingga berbulan-bulan.


4. Gunakan Perlengkapan Bersama

Nah tentu saja dalam prinsip ultralight hiking yang satu ini kita dituntut untuk mengetahui perlengkapan yang bisa dipakai bersama dengan rekan pendakian (perlengkapan kelompok). Perlengkapan tersebut yakni seperti tenda, flysheet, kompor dan nesting, dan perlengkapan lainnya yang bisa digunakan bersama.


Trap tent ultralight - foto instagram bsmxx__
Trap tent ultralight - foto instagram bsmxx__

Tentunya hal ini harus menjadi pertimbangan jika mendaki dengan 3 orang maka kita gak perlu membawa 3 tenda dan 3 kompor serta nesting. Tapi kita cukup membawa 1 tenda dengan kapasitas 3 atau 4 orang serta 1 kompor dan nesting untuk memasak. Tentu pemilihan ini akan membuat barang bawaan kita semakin efisien dan gak perlu bawa banyak barang terutama untuk perlengkapan bersama.

5. Gunakan Alas Kaki yang Ringan

Seperti diketahui konsep ultralight hiking ini merupakan pengembangan dari konsep light and fast. Oleh karena itu untuk alas kaki sebisamungkin mengunakan alas kaki yang ringan untuk mempermudah gerak kita menjadi lebih cepat selama pendakian.


Sepatu dengan tipe hiking shoes sangat dianjurkan karena memiliki bobot lebih ringan ketimbang model sepatu hiking boats. Apalagi sepatunya memiliki fitur ultralight yang menggunakan bahan yang ringan tapi kokoh. Sudah pasti bakalan membuat gerak langkah kaki kita tak cepat lelah dan ringan sehingga perjalanan menjadi cepat.


6. Gunakan Perlengkapan Multifungsi

Peralatan multifungsi ini memang sangat berkaitan erat dengan ultralight hiking. Karena bisa menghemat berat dan tempat lebih banyak selama pendakian karena mampu menggantikan fungsi beberapa barang sekaligus.


Misalnya jas hujan ponco yang bisa menggantikan flysheet atau bisa dijadikan trap tent (tenda trap). Tentu ini sangat berguna dan bisa menghemat beban dan tempat dimana tak perlu lagi membawa flysheet atau tenda lagi dan cukup bawa jas hujan tersebut. Lalu ada trekking pole yang memiliki fungsi ganda sebagai tiang shelter atau trap tent. Skop multifungsi yang bisa digunakan sebagai cangkul gergaji dan kapak serta peralatan atau gear lainnya yang punya fungsi multifungsi selama pendakian.


7. Asah Skill (Keterampilan) untuk Gantikan Peralatan

Nah untuk yang satu ini kita harus mengupgrade diri dengan pengetahuan tentang survival. Dimana skill atau keterampilan survival kita bakalan sangat berguna dan bisa menggantikan beberapa peralatan yang harus dibawa selama pendakian ultralight.


Misalkan kita harus bisa mendapatkan air dengan cara kondensasi dan cara yang lainnya. Hal tersebut memiliki tujuan untuk menghemat membawa persediaan air selama pendakian. Atau jika ada mata air maka kamu bisa membawa sedotan pemurni air biar bisa diminum atau dengan cara mengalirkan air dengan tisu diantara dua wadah.


8. Tingkatkan Endurance dan Kekuatan Fisik

Bagi para pendaki yang ingin menerapkan ultralight hiking maka dianjurkan untuk meningkatkan endurance (ketahanan) dan kekuatan fisik dengan cara rutin berolahraga. Hal ini sangat penting sekali namun kadang tak mendapatkan perhatian lebih dari para pendaki yang ingin menerapkan pendakian ultralight.


Kita ketahui jika pendakian ultralight ini hanya membawa sedikit perlengkapan saat keatas gunung dibandingkan dengan pendakian konvensional. Maka dari itu kenyamanan dalam pendakaian gunung tentu berbeda juga. Seperti biasanya untuk pendaki konvensional yang membawa keril besar untuk barang bawaan, mereka bisa membawa tenda yang memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dan kokoh. Namun bagi ultralight hiking kamu bisa saja tidur di shelter bivy dengan dinding yang terbuka atau trap tent dari jas hujan ponco multifungsi yang tak menutup semua.


Pada kondisi semacam ini maka endurance (ketahanan) dan kekuatan fisik yang prima sangat dibutuhkan. Karena tanpa daya tahan tubuh yang baik maka kamu akan kesulitan dan bisa jadi terserang penyakit AMS atau hipotermia yang mematikan.


Oleh karena itu sangat disarankan untuk tetap rutin berolahraga meskipun dalam pendakian ultralight ini kamu hanya membawa perlengkapan yang lebih ringan dari pendaki konvensional.


9. Bawa Perlengkapan Pendakian Lebih Sedikit

Membawa perlengkapan pendakian yang lebih sedikit memang merupakan langkah efektif dan efisien dalam mengurangi bobot barang bawaan. Dengan langkah ini kamu bisa membawa barang-barang seperlunya dan barang penting saja untuk pendakian. Tentunya hal tersebut selain membuat bobot bawaan menjadi lebih ringan, perjalananmu juga akan menjadi lebih cepat seperti konsep awal ultralight hiking yakni light and fast.


Gear pendakian untuk ultralight hiking - foto instagram ilusafri
Gear pendakian untuk ultralight hiking - foto instagram ilusafri

Namun begitu pilihan ini akan berpengaruh pada kenyamanan selama pendakian gunung kamu. Karena dengan semakin sedikitnya perlengkapan yang kamu bawa, kamu rentan terserang resiko yang buruk karena cuaca selama pendakian jika keadaan fisik tak begitu kuat.


Namun semuanya bisa diatasi dengan meningkatkan kekuatan fisik dengan sering berilahraga serta meningkatkan skill survival seperti cara mendapatkan air di gunung dan hal-hal lainnya.


10. Ganti Semua Gear Pendakian dengan Gear Ultralight Backpacking

Dan pada akhirnya jika inign menerapkan ultralight hiking maka kamu harus siap untuk mengganti semua gear pendakian konvensionalmu dengan gear ultralight. Nah seperti apa gear ultralight ini? Tentunya kamu sudah tahu gear pendakian ultralight itu memiliki fungsi yang multifungsi, ringan, dan juga kokoh serta memiliki tingkat kenyamanan dan detail yang tinggi.


Karenanya tak heran jika gear pendakian dengan label ultralight memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlengkapan pendakian konvensional. Karena memang gear pendakian ultralight ini memiliki kulitas, fungsi dan material khusus yang bisa menunjang kenyamanan bagi para pendaki ultralight. Ditambah lagi beberapa perlengkapan ini harus diimport dari luar negeri karena di Indonesia sendiri masih jarang produsen yang memproduksi gear-gear ultralight hiking dengan kualitas terbaik.


Beberapa perlengkapan ultralight hiking ini diantaranya kompor canister yang memiliki ukuran bisa masuk ke saku. Tentu dibandingkan dengan kompor kotak atau kompor bunga ukurannya jauh banget berbeda ya. Namun meskipun kecil kompor canister ini memiliki harga yang lebih mahal dari kompor kotak loh.

Dan masih banyak lagi perlengkapan lainnya seperti tenda ultralight yang memiliki bobot yang jauh lebih ringan, keril ultralight yang meskipun kapasitasnya 30-45 liter mampu muat banyak, sleeping bag ultralight dengan tingkat kenyamanan yang tinggi meskipun terkesan tipis, sepatu ultralight yang ringan tapi kokoh, pakaian ultralight yang nyaman, hingga peralatan pendakian lainnya yang memiliki bobot yang ringan dan kecil namun tak menghilangkan fungsinya. Dan tentu saja harganya yang terpaut jauh dari perlengkapan pendakian konvensional.


Nah itulah sejarah singkat tentang ultralight hiking and backpacking serta 10 prinsip dasar yang harus diterapkan jika ingin mencoba melakukan pendakian dengan konsep ultralight hiking ini. Gimana minat buat pindah style pendakianmu dari pendaki konvensional menjadi pendakian ultralight?

Leave A Reply
  1. baru paham dulu pernah dengan beberapa kali tapi gk tahu ternyata kategori kakak sendiri cckckc

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi kak terima kasih sudah mampir

      Iya karena di pendakian gunung itu ada pendakian gunung konvensional, ultralight hiking, dan pendakian campuran (konvensional + ultralight hiking)
      Nah yang campuran ini biasanya para pendaki yang coba-coba atau sedang tes drive melakukan ultralight hiking
      Karena memang ultralight hiking ini adalah metode dan teknik pendakian yang ditujukan untuk para pendaki yang memang memiliki passions lebih di dunia pendakian jadi bisa dibilang juga versi upgradenya dari para pendaki konvensional

      Hapus