Ini 5 Tipe Pendaki Gunung, Kamu Ada di Nomor Berapa Nih? - JELAJAH LAGI - Gunung dan Traveling Indonesia



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Yes

Home Layout Display

Posts Title Display

Yes

READ ON YOUR LANGUAGE

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

5 tipe pendaki gunung foto guduru ajay bhargav

Bicara tentang pendaki gunung memang gak ada habisnya karena hobi yang satu ini sekarang sedang digandrungi. Bagi para pendaki gunung itu seperti ibu yang selalu memeluk dengan tangan terbuka siapaun yang mengunjunginya. Dari sini lah beberapa tipe atau tingkatan pendaki gunung yang selalu rindu kembali untuk menapakkan kaki di titik tertinggi negeri ini.

Berikut ini Jelajah Lagi merangkum beberapa tipe pendaki gunung yang dilihat dari tingkatan dan pengalaman serta interaksinya dengan gunung yang menjadi tempatnya kembali melepas rindu dengan suara-suara alam yang menenangkan.


1. Pendaki Pemula/Newbie


Pendaki tipe ini biasanya adalah orang-orang yang terkena racun dari temannya yang sudah terlebih dahulu teracuni untuk mendaki gunung. Biasanya untuk perlengkapan sendiri masih hanya bawa perlengkapan pribadi saja dan belum memiliki gear pendakian sendiri yang lengkap.

Pendaki pemula/newbie - Foto Nina Uhl195173kov195161
Pendaki pemula/newbie - Foto Nina Uhl195173kov195161

Yang penting naik dulu aja dan punya sleeping bag, matras, keril sama sepatu gunung langsung tancap gas aja deh. Masalah kompor, tenda dan lainnya itu mah urusan yang ngeracunin dia untuk naik gunung.

Untuk pendaki pemula atau newbie ini biasanya masih minim pengetahuan tentang survival dan juga pendakian gunung. Bahkan kadang bingung summit attack itu apa? Hayo ngaku deh pas kalin pertama kali naik gunung pasti bertanya-tanya tentang ini.

Tak hanya itu pendaki pemula juga kadang banyak tanya misalnya tar gimana kalau buang air di gunung, terus tidurnya gimana nanti, terus kalau malam ada harimau atau hewan buas gak, atau ada setan gak kalau lagi summit attack.

Ya wajar sih karena mereka itu belum mengenal bagaimana gunung dan medannya. Tapi dengan begitu mereka akan belajar banyak hal dengan bertanya tapi pertanyaan itu harus dijawab ya geng yang sudah lebih dahulu naik gunung atau yang meracuni mereka naik gunung.

Untuk pakaiannya sendiri biasanya lebih ngejreng eh maksudnya pakainya itu pakaian yang kaya buat ke mall atau bahkan pakai jaket motor, sepatu kets atau sepatu lari. Maklum karena mereka belum tau seperti apa styleya anak gunung.

Bahkan kadang ada pedaki pemula yang barang bawaanya malah bayak banget. Baju aja sampai beberapa stel pokoknya tuh tas penuh aja gitu udah kaya mau liburan aja.

Terus juga pedaki pemula ini juga pasti bilang capek banget kapok ah naik gunung gak lagi-lagi pas summit attack. Eh tapi pas sampai puncak dia paling lama foto-fotonya sampai yang lain harus nungguin mereka selesai dan baru turun.

Lalu pas sunrise biasanya pendaki pemula ini paling excited melihat mentari terbit dari ketinggian dan lautan awan yang luas serta indah. Pasti langsung ngeluarin handphone dan foto-foto banyak sekali mulai dari foto selfie foto pemandangan dan foto seseorang yang membuatnya nyaman selama pendakian yang diam-diam ia suka sama orang itu.

Terus pas udah sampe di rumah biasanya dia yang paling rajin upload fotonya di sosial media pas di gunung. Lalu ketagihan buat naik ke gunung lainnya dan malah ngomporin orang yang ngeracunin dia untuk naik ke gunung lain lagi.


2. Pendaki Petualang


Setelah mendaki gunung sekitar 3 sampai 4 gunung dari pendaki pemula maka kamu akan menjadi pendaki petualang. Dimana disini kamu sudah mulai untuk meniru style pakaian anak gunung dan mulai untuk mementingkan keselamatan selama pendakian.

Pendaki Petualang - Foto Guduru Ajay Bhargav
Pendaki Petualang - Foto Guduru Ajay Bhargav

Mulai pake sepatu gunung walaupun yang murah namun tetap safety, lalu gelang tak lupa melingkar di tangan kirinya dan tentu saja celana quick dry serta keril pendakian yang bisa menambah keren dan gagah sebagai pendaki plus buff yang terus menempel di leher.

Hal tersebut ditandai dengan secara perlahan-lahan mulai mencicil membeli gear-gear pendakian baik yang standar. Nah disini biasanya mereka menjadi pendaki yang ngeracunin teman-temannya buat ikutan mendaki gunung.

Kadang kala pendaki petualang ini juga sering membantu kelompok membawakan logistik dan beberapa perlengkapan kelompok seperti peralatan masak. Lalu Sudah mulai paham dengan intenary pendakian gunung. Dan kadang jalan duluan jadi navigator dalam rombongan saat pendakian.

Disini juga karena telah mendaki sekitar 3 sampai 4 gunung jiwa pecinta alamnya mulai terasah. Dimana ia sadar tentang tiga hal aturan di gunung yakni dilarang mengambil apapun kecuali foto, dilarang meninggalkan apapun kecuali jejak dan dilarang membunung apapun kecuali waktu.


3. Pendaki Senior


Setelah menjadi pendaki Petualang kamu akan menjadi pendaki senior setelah menyelesaikan pendakian minimal di 10 gunung. Dan disini jiwa pecinta alam kamu sudah semakin matang dan paham akan ilmu survival.

Pendaki Senior - Foto Amine M'siouri
Pendaki Senior - Foto Amine M'siouri

Selain itu pendaki Senior ini juga menjadi tumpuan dalam rombongan dan biasanya dia menjadi leader atau sweeper yang memang tugasnya memberikan perlindungan untuk kelompoknya. Sikapnya juga mudah bergaul dengan pendaki dari rombongan lain dan sudah mengerti pantangan-pantangan apa saja yang ada di gunung tersebut. 

Untuk stylenya sendiri biasanya lebih sederhana karena lebih mementingkan peralatan dan juga perlengkapan yang multifungsi serta lebih konsen ke perlengkapan keselamatan. Selain itu biasanya pendaki senior ini sudah memiliki perlengkapan pendakian yang lengkap mulai dari tenda, kompor, nesting, flysheet dan juga perlengkapan pendakian lainnya.

Ia juga pasti punya yang namanya lonceng yang slelau ia bawa ketika mendaki digantung di depan keri bersama gelas khas pendaki yang bergelantungan di kerilnya. Kerilnya pun sudah memiliki kualitas yang bagus dan kuat, sepatu treking yang sudah di sol ulang dan tentu saja safety karena sering di pakai. Kadang ia hanya memakai celana pendek saja saat mendaki dan kaos oblong sablonan ala-ala anak gunung ditambah dengan manset di tangan dan juga buff di leher atau diatas kepala.

Ia pun sudah hafal banget bagaimana caranya registrasi dan mengurus administrasi pendakian dan juga jalur pendakian serta medannya. Dan tentunya ia pun sudah bisa masak yang enak-enak saat digunung menggunakan nesting. Bahkan baginya memasak nasi dengan nesting ini sudah sangat gampang dan mudah serta hasilnya nasi yang enak dan pulen.

Tentu saja pendaki senior ini biasanya justru tidur paling akhir karena baginya malam digunung itu terlalu berharga untuk tidak dinikmati. Dan pas sunrise ia selalu tau caranya menikmati keindahan matahari terbit sambil menyeruput secangkir kopi.

Pendaki senior ini pun sudah mulai melakoni 7 summit Indonesia dan memiliki keinginnan untuk meneruskan dan menuntaskan 7 summit of world. Pokoknya ia punya alasan tersendiri untuk naik gunung tak hanya untuk eksis dan menuhin memori handphone dengan foto-foto alay seperti pendaki pemula. Disini ia pun telah menemukan arti atau makna sebuah pendakian dan menjadi pecandu ketenangan di gunung. 


4. Pendaki Tingkat Dewa


Kalau yang ini jangan ditanya lagi kalau masalah gear pendakian dan pengalaman pendakiannya. Tentu ia menjadi pendaki yang memiliki pengetahuan masalah pendakian dan gunung dengan sangat lengkap.

Pendaki tingkat dewa - Foto Tirachard Kumtanom
Pendaki tingkat dewa - Foto Tirachard Kumtanom

Bahkan biasanya ia sudah berkali-kali naik ke gunung yang sama dan sudah hafal jalur pendakiannya dan sudah bisa menebak keadaan alam dan lingkungan bahkan keadaan cuaca pun ia bisa membacanya. Apakah akan terjadi badai atau tidak atau hujan akan turun atau cuma bikin rain du si dia aja, eh.

Tak kurang dari 20 puncak gunung telah berhasil ia jejaki dan sambangi. Selain itu pendaki tingkat dewa ini juga telah menuntaskan 7 summit of Indonesia bahkan sedang menjalani ekspedisi untuk menuntaskan 7 summit of the world dengan mendaki 7 puncak tertinggi di dunia. Karenanya pendaki tingkat dewa ini sudah sering menjadi pembicara atau pemateri di diksar pecinta alam atau mapala.

Kalau masalah gear pendakian jangan ditanya lagi sudah pasti punya gear pendakian yang lengkap banget bahkan tenda pun kadang punya leih dari satu karena pendaki tingkat dewa ini sudah tahu mana gear pendakian yang berkualitas dan safety.

Pokoknya udah mantap banget nih kalau pendaki tingkat dewa ini dan tentu sangat tenang pribadinya dan juga memiliki kata-kata yang berbobot untuk memotivasi selama pendakian. Dan baginya gunung sudah menjadi rumah keduanya dan tempat yang selalu akan ia sambangi disela-sela hiruk pikuk kesibukannya di kota.

Kalau sudah mau mendaki gunung biasanya gak cuap-cuap nyari barengan dan tiba-tiba aja update foto di puncak gunung tertinggi dan bikin pendaki lain baper. Selain itu pertemanannya pun sudah sangat luas tak hanya para pendaki Indonesia saja bahkan ia memiliki teman dari pendaki dari luar negeri.


5. Pendaki Ganda Campuran


Ingat ya disini bukan mau main bulutangkis ya karena baca judulnya ganda campuran. Tapi disini pendaki ganda campuran ini biasanya bikin pendaki yang lain bilang so sweet sembari waahh seru banget ya. Ditambah itu kok gemes banget ya jadi pengen cubit deh.

Mereka pun selalu bisa menjadi pusat perhatian ketika mendaki gunung. Pokoknya mah bikin baper, bikin gemes dan kadang bikin pengin kaya mereka suatu saat nanti.

Pendaki ganda campurran - Foto Instagram @sitiaminahborhan
Pendaki ganda campurran - Foto Instagram @sitiaminahborhan

Ya karena pendaki ganda campuran ini bukan 1 orang ya tapi sepaket orangnya. Yaitu keluarga pendaki yang membawa baby nya yang masih gumush banget ikut naik gunung dengan mereka. Dan mereka biasanya adalah para pendaki senior atau pedaki tingkat dewa yang ketemu digunung lalu salaing suka dan berlanjut saat kembali ke kehidupan kenyataan di kota dan akhirnya bersama menaklukkan puncak pelaminan.

Dan meskipun sudah menikah tapi mereka tetap mendaki dan tak terpaku seperti para pendaki lainnya yang pensiun dan terpaksa gantung sepatu saat sudah menikah. Tapi bagi pendaki ganda campuran ini justru setelah menikah bukan lah halangan dan alasan untuk berhenti mendaki gunung.

Bahkan merekapun sudah sadar untuk memberikan dan melatih anak mereka mencintai alam sejak kecil dengan mambawanya mendaki bersama. Pokoknya so sweet baget deh kan ya.

Itulah 5 tipe pendaki gunung yang sesuai dengan tingkatan pengalamannya dan sebenarnya ada satu lagi yang ke enamnya tapi kayanya gak bisa dimasukin ke daftar ini deh. Yakni pendaki gunung yang cuma ngomporin terus eh pas udah deket hari H dia malah gak jadi ikut karena alasan yang klasik. Enaknya pendaki yang kaya gini diapain ya.

Salam lestari!
Jadi kamu sekarang jadi tipe pendaki nomor berapa nih?

Leave A Reply