Si Cantik Di Gunung Yang Bikin Meleleh, Pasti Kamu Sering Ketemu Yang Urutan ke 7

Bunga Daisy di Gunung Prau - via panduanwisata.id

Kalau bahasa yang cantik-cantik di gunung memang bawaanya ini langsung tertuju pada para pendaki cewek. Cantik, gak nyusahin, glowing dan kalau senyum bisa meruntuhkan benteng takeshi, eh.

{getToc} $title={Table of Contents}

Dan ternyata tak hanya pendaki cewek yang disebutkan diatas itu, gunung pun memiliki si cantik yang tak kalah cantiknya dan bahkan para pendaki cewek glowing pun rela panas-panasan naik gunung untuk bertemu si cantik ini loh.

Langsung saja yuk kita mulai bahas si cantik dari gunung yang mempesona seperti senyumnya si dia.


1. Bunga Edelweis


Si cantik dari gunung yang pertama adalah Bunga Edelweis yang memang sudah terkenal seantero jagat pendakian. Bahkan bunga yang memiliki julukan si Bunga Abadi ini menjadi salah satu alasan para pendaki rela berpanas-panas ria dan berlelah-lelah mendaki gunung untuk melihat dan berfoto bersamanya.

Bunga-Edelweis-jawa
Bunga Edelweis Jawa - Foto JL | Jaenal Jalalludin
Bahkan tak jarang bunga ini pun dipakai oleh pendaki cowok untuk gombali gebetan supaya mau diajak naik gunung bareng (hayo ngaku kalian, ups). Biasanya di fotonya atau captionnya tertulis begini, "Maaf aku tak bisa memetik Bunga Edelweis untukmu tapi aku bisa membawamu ke tempatnya tumbuh" cie cieee.

Atau biasanya ada yang nulis kaya gini "Ini bunga Edelweise si bunga abadi, seperti cinta kita yang juga abadi," Tapi nyatanya tak lama kemudia eh mereka putus wk wk wk. Nah kalau versi kamu apa nih bikin gombalan dari bunga Edelweisnya buat si dia? Boleh tulis di komentar ya.

Oya bunga Edelweis yang memiliki nama latin Anaphalis Javanica ini salah satu bunga yang dilindungi undang-undang loh. Dan tak boleh dipetik apalagi di bawa pulang buat foto-foto. Bisa kena sanksi ancaman penjara 10 tahun dan denda hingga Rp 200 juta loh seperti yang tercantum dalam UU No.5 pasal 40 ayat 2. Tak hanya itu sanksi sosial juga akan berlaku dan kamu bisa di blacklist dari dunia pendakian oleh gunung dimana kamu memetik Edelweis tersebut.

Jadi tolong dengan sangat ya bagi kamu para pendaki milenial jangan pernah memetik bunga Edelweis hanya untuk foto dan digunakan untuk nembak si dia. Tapi kalau kamu ngebet mau bawa pulang Edelweis untuk si dia mendingan kamu jangan naik gunung tapi pergi aja ke gunung Bromo. Karena disana kamu bisa beli bunga Edelweis warna warni yang lebih cantik hasil budidaya warga Bromo. Dan itu Legal alias resmi diperjual belikan karena hasil budidaya bukan edelweis yang tumbuh di alam bebas.

Jadi kalau udah tau info Edelweis di Bromo tapi kamu masih naik ke gunung lain lalu metik Edelweis yang tumbuh di alam bebas. Mendingan kamu di rumah aja deh rebahan sambil tiktokan jangan main-main ke gunung kalau cuma mau metik Edelweis mah.


2. Cantigi


Ini dia si cantik kedua setelah Edelweis yang berada di gunung, namanya Cantigi. Memang tak banyak pendaki yang mengenal Cantigi ini. Padahal ia bisa menjadi salah satu pelindung untuk para pendaki loh. Kenapa begitu?

Cantigi - via Flickr.com
Cantigi - via Flickr.com
Hal ini karena Cantigi masih satu saudara dengan blueberry tentu kalian bisa menebaknya kan. Ya buah pohon ini bisa dimakan dan rasanya enak dan manis, tapi saya sendiri tak pernah memakannya karena memang belum pernah ketemu. Selain itu daunnya pun bisa dimakan sebagai lalapan loh.

Tentu ini sangat berguna terutama jika kalian teresat di gunung dan logistik habis tak tersisa maka kamu bisa mencari pohon Cantigi untuk bertahan hidup.

Ia adalah pohon kecil yang tumbuh diatas ketinggian 1000mdpl. Memiliki ciri khas daun yang berwarna hijau kemerah-merahan dengan buah yang berwarna hitam.


3. Kantong Semar


Tentu kalian juga tak asing dengan tanaman Kantong Semar ini kan. Tanaman yang merupakan salah satu dari enam tanaman karnivora ini biasanya ditemukan di gunung atau hutan yang masih asri. 

Kantong Semar - Gambar oleh Adriel Kloppenburg dari Pixabay
Kantong Semar - Foto Adriel Kloppenburg dari Pixabay





Kantong semar sendiri sebenarnya adalah bukan bunga atau buah tapi ia adalah daun yang mengalami modifikasi. Dan dinamakan Kantong Semar karena bentuknya memang menyerupai kantong dari salah satu tokoh pewayangan sekaligus ketua punakawan yakni Semar.

Saya sendiri pernah menemui tanaman ini untuk pertama kalinya ketika mendaki gunung Guntur di Garut. Meskipun yang saya temui kecil dan hanya ada satu di pinggir trek hutan menuju puncak Masigit.

Sama seperti Cantigi, Kantong Semar pun bisa menjadi penolong bagi pendaki loh. Kamu bisa meminum air yang terperangkap disalam tanaman ini saat kehabisan air dan belum menemukan sumber air.


4. Murbei


Jika kalian pernah mendaki gunung Slamet, mungkin kalian sudah tak asing dengan tanaman ini. Di jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa Tengah itu memang menjadi salah satu habitat dari Murbei ini.

Murbei - via pixabay
Murbei - via pixabay

Murbei sendiri memang hidup di ketinggian 1000mdpl atau lebih dan memilki buah yang berwarna merah dan hitam yang cantik. Jika buahnya dimakan maka rasanya asem agak sepah gitu deh dan menjadi salah satu tanaman yang bisa menjadi sumber makanan bagi survival.

5. Bunga Daisy


Jika kau mencari Edelweis dengan ke gunung Prau maka kalian tak akan menemukannya. Karena kamu hanya akan menemukan padang bunga Daisy yang cantik berwarna warni. Pokoknya cantik banget deh dan bikin adem apalagi si Daisy nya di foto dengan latar gunung Sindoro Sumbing dan Kembang cantiknya jadi menjadi-jadi kaya si dia, ups.

Bunga Daisy Gunung Prau - Foto JL | Jaenal Jalalludin
Bunga Daisy Gunung Prau - Foto JL | Jaenal Jalalludin

Jika Edelweis melambangkan keabadian, nah kalau si cantik Daisy ini melambangkan cinta yang diam-diam. Selain itu banyak juga yang menyebut bahwa Daisy itu melambangkan kesetiaan, kelembutan dan kesucian karena memang memiliki beberapa warna termasuk warna putih, ungu, dan pink.

6. Bunga Verbena


Bunga ini merupakan tanaman invasif yang menimbulkan ancaman bagi ekosistem bagi lingkungan. Namun meski begitu bunga Verbena Brasiliensis ini terlihat cantik dengan bunga berwarna ungu dan daun serta tangkai yang hijau.

Bunga Verbena - via Pixabay

Jika ingin bertemu dengan bunga ini kamu bisa main ke Oro-Oro Ombo, Jambangan, Ranukumbolo, dan gunung Semeru. Disini kalian akan menemukan Verbena Brasiliensis yang tumbuh dan melakukan invasif. Bahkan di Semeru sendiri sampai dibentuk tim pengendali verbena karena tanaman tersebut memang merusak ekosistem.

Bunga ini sendiri bukan bunga asli Indonesia. Tapi ia berasal dari luar negeri atau bisa dibilang bunga bule atau pendatang. Pasalnya pada zaman Belanda di daerah Pasuruan ada seorang ahli tanaman asal belanda yang hobi mendatangkan jenis tumbuhan dari luar negeri termasuk si Verbena Brasiliensis ini. Hingga sekarang si Verbena ini mulai tumbuh secara liar di wilayah sekitar gunung Semeru.


7. Panggil Saja Bunga


Kalau yang ini kalian bisa membayangkan sendiri dengan imajinasi tingkat dewa kalian ya. Tapi ingat jangan sampai hati kalian di obok-obok sama bunga yang satu ini ya. Cukup tenda kalian saja yang di obok-obok sama si Bagas pas di gunung hati kalian jangan.

Dapat kamu temui di seluruh jalur pendakian gunung dan memiliki ciri-ciri muka tetap glowing walaupun ditengah panas dan debu. Kalau sudah sampai puncak dan sunrise mulai keluar biasanya ngasih HP sambil bilang, "Fotoin donk".

Nah itu lah 7 tanaman gunung yang cantik dan manisnya tak kalah dengan senyuman dia. Yang no 8 mah gak termasuk ya. Dan jika kamu tahu tahu tentang tanaman yang cantik dan memiliki pesona di gunung bisa menambahkan di komentar ya.

Salam lestari

Salam cantik buat si cantik di gunung

Jaenal Jalalludin

Blogger, Fotografer, Backpaker yang suka sekali bertualang terutama naik gunung karena selalu bikin raindu jika sudah diatas sana

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال