Mau Mendaki Gunung Di Musim Hujan, 6 Hal ini Wajib Kamu Lakukan

tips Mendaki di Musim hujan

Bagi pecandu ketinggian pasti hujan dan panas pun akan tetap ditembus demi memuaskan hasratnya untuk menikmati suasana di puncak gunung. Namun pendakian saat musim hujan harus mempersiapkan diri lebih dari biasanya karena medan gunung akan berubah dan perjalanan akan lebih berat dibanding saat musim kemarau.

{getToc} $title={Table of Contents}

Saat musim hujan memang kebanyakan para pendaki memilih untuk tetap menggantung kerilnya dan sibuk dengan dunia nyatanya. Tapi tak sedikit pula yang justru mendaki gunung di saat musim hujan karena lebih menantang ataupun memang ia ingin merasakan prosotan saat turun gunung di jalur yang penuh dengan air.

Atau memang ingin kembali mengenang masa lalu dengan hujan-hujanan sambil mendaki dan berharap saat hujan reda ada pelangi yang indah menghiasi langit. Atau kamu memang mau mengamalkan iklan salah satu detergen yang taglinenya "Berani Kotor itu Baik".

Yang jelas mau mendaki saat musim kemarau ataupun saat musim hujan kita harus menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan kita hingga sampai kembali ke rumah. Dan berikut ini beberapa tips yang bisa kamu tertapkan jika memang mau mendaki gunung disaat musim hujan.


1. Persiapkan Pendakian Yang Matang


Mendaki di musim hujan maka kamu harus siap-siap untuk menghadapi cuaca ekstrem dan berubah-ubah ketika berada di puncak. Oleh karena itu persiapan pendakian kita harus lebih matang lagi dan memiliki plan A, B, C dan seterusnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

pendaki gunung
Foto oleh Jaenal Jalalludin

Persiapan fisik pun tak boleh kendor karena jalur pendakian saat musim hujan menjadi lebih berat karena berlumpur. Sehingga lebih menguras energi dan fisik untuk melewati setiap jengkal jalur pendakiannya apalagi ditambah dengan hujan pasti tambah maknyos deh. Oleh karena itu daya tahan tubuh harus kuat saat ingin mendaki di musim hujan.

Selain persiapan plan pendakian dan fisik, perlengkapan pun harus dipersiapkan dengan lebih cermat untuk mengantisipasi beberapa hal yang mungkin terjadi saat pendakian seperti badai, hujan lebat, petir, terpeleset, atau pun hal-hal ainnya. Pokoknya bawa barang-barang seperlunya dan yang bisa mengcover kita saat terjadi badai, hujan lebat dan petir serta hal lainnya yang terjadi saat musim hujan.


2. Pilih Gunung dengan Jalur Pendakian yang Pendek dan Hindari Jalur yang Beresiko


Mendaki saat musim hujan memang dianjurkan untuk memilih gunung dengan rute jalur pendakian yang pendek atau singkat. Hal ini untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang berubah begitu cepat. Kan gak enak kalau pas di tengah jalur pendakian malah hujan lebat padahal belum sampai spot camp nya.

jalur pendakian gunung foto josh hild
Foto oleh Josh Hild

Selain itu pendakian dengan cara tektok atau langsung turun usai mencapai puncak tanpa ngecamp memang sangat disarankan ketika musim hujan. Hal ini karena jika hujan lebat bukan tak mungkin perlengkapan kita akan basah dan ada kemungkinan tenda kita bocor atau rembes sehingga membuat perlengkapan kita menjadi basah.

Selain memilih jalur pendakian yang pendek kita juga harus paham dan menghindari jalur-jalur yang beresiko terutama saat hujan. Seperti jalur yang licin, rawan longsor dan jalur yang menjadi aliran air.

Selain itu kita juga harus paham jalur pendakiannya ada berapa pos dan berapa shelter yang bis digunakan untuk berteduh ketika hujan.


3. Pantau Terus Kondisi Cuaca Sebelum Mendaki


Kamu jangan pernah bosan untuk ngepoin situsnya BMKG atau aplikasi prakiraan cuaca. Terutma untuk prakiraan cuaca di gunung yang akan kita daki tersebut. Atau kalau perlu kamu bisa kontak basecamp pendakiannya untuk menanyakan cuaca terkini di gunung tujuan kita.

pantau cuaca gunung prau
Sumber microsoft wheater

Dengan mengetahui perkiraan cuaca di hari kita mendakai gunung sangat berguna banget loh. Kamu bisa mengantisipasi dan menentukan lama pendakian serta tempat camp yang tepat. Karena kita bisa memperkirakan kapan hujan akan turun dan berhenti.

Meskipun kadang cuaca di gunung berubah dengan sangat cepat. Tapi setidaknya kita sudah memiliki plan atau rencana antisipasinya. Dan kadang memang prediksi dari BMKG dan prakiraan cuacanya melesat tapi setidaknya kamu sudah punya patokan untuk mempersiapkan rencana pendakian.


4. Pakai Ponco dan Lapisi Barang-Barang dengan Trashbag


Nah ini yang tak kalah penting saat akan mendaki di musim hujan yakni membawa jas hujan. Dan jas hujan tipe Ponco sangat direkomendasikan karena mampu menutupi badan kita dan juga keril segede gaban yang nemplok di punggung.

Pendaki Menggunakan Ponco
 Sumber bocahpetualanggg.blogspot.com

Memang boleh-boleh saja sih bawa jas hujan yang setelan tapi resikonya keril kita bakalan terserang air hujan. Dan bisa saja air malah mrembes masuk ke dalam keril meskipun telah menggunakan coverbag. Sehingga jas hujan ponco sangat direkomendasikan.

Lalu jangan lupa untuk memasukkan brang bawaan kita kedalam trashbag sebelum dimasukkan kedalam keril. Hal ini berfungsi untuk mengantisipasi rembesnya keril karena hujan saat berada di jalur pendakian. Sehingga pakaian ganti dan barang-barang lainnya tetap aman dan kering meskipun berjalan di tengah hujan.


5. Gunakan Sepatu Gunung Waterproff dan juga Trekking Pole


Untuk menjaga keamanan memang menggunakan sepatu gunung menjadi keharusan selama pendakian. Hal ini berguna untuk melindungi kaki serta memudahkan kita saat menapaki jalur pendakian dengan berbagai medan seperti tanah, bebatuan, akar, dan pasir.

Sepatu gunung basah
Foto oleh Jack Redgate

Saat musim hujan pun wajib menggunakan sepatu gunung ya dan lebih baik lagi dengan fitur waterproff agar tak bau apek karena basah. Selain itu menggunakan sepatu gunung juga untuk mengantisipasi terpeleset saat berada di jalur yang becek dan licin karena hujan.

Jangan lupa juga untuk membawa trekking pole untuk membantu selama perjalanan pendakian. Apalagi saat musim hujan jalur gunung menjadi lebih licin dan menantang. Namun dengan menggunakan trekking pole kita bisa meminimalisir kejadian terpeleset apalagi yang terpeleset hatinya ke pendaki glowing yang lewat dan ngasih semangat pas kita capek-capeknya, eh.


6. Hentikan Pendakian Jika Cuaca Memburuk


Cuaca di gunung memang berubah begitu cepat jadi kita harus cermat dan tetap waspada. Karena dengan cuaca yang labil seperti itu biasanya memicu terjadinya badai baik itu badai hujan, angin ataupun badai petir yang menakutkan.

Sambaran Petir
Foto oleh Oimheidi

Oleh karena itu jika memang kondisi cuaca memburuk pada saat pendakian maka disarankan untuk berhenti sejenak dan mencari tempat berlindung hingga cuaca kembali membaik. Namun jika cuaca badai malah semakin menjadi-jadi maka lebih baik jangan dilanjutkan dan kembali turun ke basecamp.

Karena kesuksesan sebuah pendakian gunung adalah ketika kita bisa pulang kembali ke rumah dengan selamat. Selain itu pendakian gunung juga mengajarkan kita untuk menaklukkan ego diri bukan untuk menaklukkan puncak gunung tersebut. Oleh karenanya jika cuaca memburuk maka jangan pasang egomu untuk terus berjalan ke puncak. Karena kita tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi jika kita memaksakan diri menerabas sebuah badai.

Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan kita kamu aka mendaki di musim hujan. Ingat ya tetap menjaga keselamatan, kesehatan dan juga hati mu ya. Karena kata orang pendakian di musim hujan itu mengandung 1 persen air dan sisa 99 persen lainya adalah air juga sih tapi bisa bikin Rain Du dia, eh.

Salam lestari!
Jaga hatimu biar tidak Rain du saat mendaki di musim hujan.

Redaksi Jelajah Lagi

Kami mengulas berbagai hal menarik tentang petualangan, pendakian gunung dan traveling serta perlengkapan outdoor untuk menunjang aktifitas alam bebas.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال